My Unconscious Mind • Dolanan Anak, Riwayatmu Kini…

My Unconscious Mind

 
My Unconscious Mind
 
 

Dolanan Anak, Riwayatmu Kini…

 

Gue gak tau persis apa anak-anak sekarang kenal ama yang namanya dolanan alias permainan anak-anak rakyat. Gue sendiri mengenal beberapa jenis dolanan anak karena gue sempet maen waktu gue kecil.
Rerebonan. What the heck is that? Rerebonan adalah sebuah game yang dimainkan oleh 2 regu yang terdiri dari 4-8 orang. Permainan ini dikenal juga dengan nama “bebentengan”, “pris-prisan” atau “omer”. Tujuan utama masing-masing regu adalah garis batas homebase regu lawan sambil meneriakkan kata “rebon” atau dengan “menghabisi” jumlah anggota regu lawan dengan cara menepuk anggota badan personil regu lawan. Jika demikian, maka personil lawan akan tertawan oleh regu kita. Waktu gue kecil, gue sering jadi andalan buat memancing personil lawan buat keluar dari sarangnya. Permainan ini memang membutuhkan lari yang cepat dan kelihaian untuk meliukkan badan demi menghindari tepukan tim lawan.
Ucing Bancakan. Dolanan ini gak jauh beda ama petak umpet. Bedanya, anak yang jaga gak ngitung pas anak-anak lain ngumpet, melainkan musti menyusun pecahan genting yang berserakan. Kewajiban anak-anak yang ngumpet adalah membuat pecahan genting berserakan demi membuat anak yang jaga tetep jaga. Yang menarik dari permainan ini adalah bahwa dominasi diharamkan dalam permainan ini. Anak yang jaga diberi kesempatan ampe 4 kali untuk melepaskan diri dari predikat jaga. Kalo tetep jaga, maka pada turn ke-5 dia diberi kebebasan untuk mencari anak-anak yang ngumpet tanpa harus kuatir jagain pecahan genting yang musti dia jaga, karena anak-anak yang ngumpet gak diperbolehkan memberantakin pecahan genting itu di turn ini. Bisa dibilang, turn ke-5 ini sangat mendebarkan buat anak-anak yang ngumpet hingga gak jarang mereka memilih untuk ngumpet ke tempat-tempat yang jauh.
Gatrik. Dolanan ini menggunakan perangkat bambu/kayu plus bata sebagai tempat menyimpan batangan bambu kecil yang berfungsi sebagai bola. Bambu kecil diletakkan di atas batu bata dan dipukul ujungnya hingga terlempar. Pemain yang melakukan lemparan paling pendek akan dihukum menggendong pemain lawan sejauh dia berhasil melemparkan bambu kecil itu.
Sorodot Gaplok. Gue gak begitu inget gimana aturan maen dolanan ini. Yang jelas, dolanan ini menggunakan batu kali ukuran sedang dengan bentuk sedemikian rupa sehingga bisa disimpen dalam posisi berdiri. Lawan akan mencoba membidik batu yang kita simpen dengan cara “menembakkan” batu miliknya dengan memakai kakinya.
Galah Asin. Seperti halnya rerebonan, dolanan ini juga permainan tim yang biasanya terdiri dari 4 orang per tim. Dolanan ini lebih pas jika dimaenin di atas lapangan bulutangkis so anak-anak gak perlu repot bikin garis jaga. Tim yang jaga akan berusaha menjaga daerahnya hingga lawan gak bisa melewati garis-garis yang dijaga. Leader sebuah tim biasanya adalah orang yang menjaga garis vertikal. Dialah yang sering menentukan kemenangan timnya karena posisinya membelah lapangan secara vertikal.
Boy-boyan. Permainan ini mirip ama permainan kucing-kucingan. Bedanya, boy-boyan menggunakan bola untuk memburu “kucing”-nya.
Oray-orayan. Pernah denger nyanyian, “oray-orayan luar-leor mapay leuwi tong ka leuwi, di leuwi loba nu mandi, mending ka sawah…bla bla…”? Itulah “soundtrack” permainan ini. Dua orang leader akan mencari pengikut dengan cara menangkap salah satu dari anak yang berbaris sambil menyanyikan nyanyian tadi. Setelah ditangkap, si “korban” akan disodorkan pilihan kode rahasia yang bakal menentukan dia akan ikut ke tim mana. Setelah dua tim lengkap terbentuk, permainan pun berlanjut ke babak selanjutnya, yakni saling menarik anggota lawan (mirip tarik tambang) sampe salah satu tim kehabisan anggota.
Ngadu Muncang. Dolanan ini menggunakan muncang alias kemiri sebagai alatnya. Pada dasarnya kita musti punya kemiri yang bagus biar kemiri kita gak mudah ancur pas diadu dengan kemiri lawan. Konon, ada berbagai cara pemilihan dan perawatan kemiri supaya kemiri kita kuat buat diadu.
Kobak. Biasanya dolanan ini menggunakan kaleci atau gundu sebagai alat utamanya. Sejumlah gundu taruhan si pemain akan dilempar secara berurutan sampe ada salah satu gundu masuk ke dalam lubang kecil yang udah dibuat. Kalo si pemain berhasil memasukkan salah satu gundu ke dalam lubang itu, maka semua gundu taruhan boleh dia ambil. Sepintas permainan ini gampang, tapi ternyata gak mudah untuk masukin gundu ke lubang (Ah, kaw lubang, kenapa susah kali kaw dimasuki!)
Ngadu Jukut. Dolanan paling sederhana yang pernah gue maenin. Dolanan ini menggunakan bunga rumput yang sepintas bentuknya mirip ulat. Selain itu, kita membutuhkan dua buah paku dengan ukuran sedang dan satu karet gelang sebagai arena bertanding. Dua buah paku itu ditancapkan di tanah dengan jarak sekitar 15-20 cm lantas karet gelang dikaitkan di masing-masing ujung paku. Setelah itu, bunga rumput jagoan kita akan disimpan di atas karet gelang yang membentang tadi, masing-masing berada di dekat ujung paku. Lantas ujung paku tadi ditumbuk oleh masing-masing pemain yang menyebabkan bunga rumput tadi maju secara pelahan mendekati bunga rumput lawan. Setelah kedua bunga rumput berdekatan akan terjadi saling dorong dan siapa yang jatuh dialah yang kalah.
Sebenernya masih banyak dolanan yang gue tau kayak Sondah, Congklak, Papatungan, Encrak, Ngadu siki beureum, Ngadu siki asem, Beklen, etc. Belun lagi kalo kita bicara masalah geografis dan kultur. Terkadang ada satu dolanan yang aturan permainannya sama tapi di masing-masing daerah namanya berbeda. Atau juga satu jenis dolanan namun aturan di masing-masing daerah berbeda. Yang pasti, beberapa jenis dolanan yang gue tau udah terancam punah, tersingkirkan oleh permainan yang lebih hi-tech kayak ragnarok, Playstation atau juga karena faktor berkurangnya lahan luas yang dibutuhkan oleh sebagian besar jenis dolanan. Ada juga dolanan yang justru sekarang ini dimaenin oleh orang dewasa, tapi formatnya udah jadi ajang judi, kayak ngadu muncang misalnya. Coba cek di terminal Cileunyi. Di situ loe bisa dengan mudah nemuin para sopir dan kenek angkot yang lagi judi ngadu muncang sambil nunggu muatan. Atau cek juga di terminal Dayeuh Kolot tempat sopir dan kenek angkot jurusan Ciparay mejeng, gak bakalan susah nemuin mereka lagi maen kobak, tapi gak pake gundu, melainkan duit logam cepek. Tragis!

 
 

2 Responses to Dolanan Anak, Riwayatmu Kini…


    Warning: call_user_func(twentyten_comment) [function.call-user-func]: First argument is expected to be a valid callback in /home/aban/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1334

    Warning: call_user_func(twentyten_comment) [function.call-user-func]: First argument is expected to be a valid callback in /home/aban/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1334

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>