<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>My Unconscious Mind</title>
	<atom:link href="http://www.aban.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.aban.web.id</link>
	<description>Sphere to share things that rage inside a mind of a guy called Aban</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jul 2010 03:39:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Memodifikasi Tampilan Plugin WP-PageNavi pada WordPress</title>
		<link>http://www.aban.web.id/memodifikasi-tampilan-plugin-wp-pagenavi-pada-wordpress/</link>
		<comments>http://www.aban.web.id/memodifikasi-tampilan-plugin-wp-pagenavi-pada-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 20:33:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aban Nesta</dc:creator>
				<category><![CDATA[wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[jerbee]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress hacks]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress plugin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aban.web.id/?p=317</guid>
		<description><![CDATA[Bagi mereka yang bosan sama tampilan navigasi default wordpress yang hanya menampilkan Older Entries dan Newer Entries, sudah tentu mereka bakal menambahkan plugin WP-PageNavi yang membuat tampilan navigasi paging menjadi lebih variatif dan user-friendly. Tampilan PageNavi default tersebut bisa dimodifikasi agar lebih atraktif dengan cara mengedit file pagenavi-css.css sesuai keinginan kita. Saya pun mencoba memodifikasinya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi mereka yang bosan sama tampilan navigasi default wordpress yang hanya menampilkan <em>Older Entries</em> dan <em>Newer Entries</em>, sudah tentu mereka bakal menambahkan <a href="http://wordpress.org/extend/plugins/wp-pagenavi/">plugin WP-PageNavi</a> yang membuat tampilan navigasi paging menjadi lebih variatif dan <em>user-friendly</em>.</p>
<p><img src="http://www.aban.web.id/wp-images/pagenavidefault.png" alt="Page Navi Default" title="Page Navi Default" width="485" height="79" class="alignnone size-full wp-image-318" /></p>
<p>Tampilan PageNavi default tersebut bisa dimodifikasi agar lebih atraktif dengan cara mengedit file <code>pagenavi-css.css</code> sesuai keinginan kita. Saya pun mencoba memodifikasinya, terinspirasi oleh navigasi paging yang ada di halaman <a href="http://www.erepublik.com">eRepublik</a> (game online berbasis web yang aktif saya mainkan 2 tahun terakhir).<span id="more-317"></span></p>
<p>Pertama-tama, Anda membutuhkan 4 file gambar untuk <code>first</code>, <code>last</code>, <code>previous</code> dan <code>next link</code>-nya.</p>
<p><img src="http://www.aban.web.id/images/first.png" alt="" /> <img src="http://www.aban.web.id/images/last.png" alt="" /> <img src="http://www.aban.web.id/images/prev.png" alt="" /> <img src="http://www.aban.web.id/images/next.png" alt="" /></p>
<p>Unggahlah keempat gambar tadi ke server hosting Anda.</p>
<p>Selanjutnya, ubahlah setting plugin PageNavi yang bisa diakses dari <strong>Settings</strong> &gt; <strong>PageNavi</strong>. Ubahlah value yang ada pada <em>Text For First Page</em>, <em>Text For Last Page</em>, <em>Text For Previous Page</em> dan <em>Text For Next Page</em> dengan kode html untuk memanggil gambar. Misalnya, untuk mengganti value yang ada pada <em>Text For First Page</em>, gunakan tag berikut: </p>
<pre class="brush:xhtml">
&lt;img src="http://domainanda.com/images/first.png" /&gt;
</pre>
<p><img src="http://www.aban.web.id/wp-images/pagenavisetting.jpg" alt="PageNavi Setting" title="PageNavi Setting" width="400" height="382" class="alignnone size-full wp-image-319" /></p>
<p><em>Note: Sesuaikan url gambar dengan tempat directory kemana kita mengunggah gambar-gambar tadi.</em></p>
<p>Terakhir, Sesuaikan tampilan dengan sedikit memodifikasi file <code>pagenavi-css.css</code> dan jadilah tampilan navigasi paging yang kita inginkan.</p>
<p><img src="http://www.aban.web.id/wp-images/pagenavi.jpg" alt="PageNavi" title="PageNavi" width="391" height="47" class="alignnone size-full wp-image-320" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aban.web.id/memodifikasi-tampilan-plugin-wp-pagenavi-pada-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Modul Pencarian WordPress Berlaku untuk Postingan Saja</title>
		<link>http://www.aban.web.id/membuat-modul-pencarian-wordpress-berlaku-untuk-postingan-saja/</link>
		<comments>http://www.aban.web.id/membuat-modul-pencarian-wordpress-berlaku-untuk-postingan-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 21:06:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aban Nesta</dc:creator>
				<category><![CDATA[wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[jerbee]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress hacks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aban.web.id/?p=312</guid>
		<description><![CDATA[Ketika pengunjung blog melakukan pencarian melalui search form, kemungkinan besar apa yang mereka cari adalah postingan blog, bukan content static page. Modul pencarian WordPress secara otomatis akan meng-query keduanya, baik postingan maupun static page. Untuk membuat hasil pencarian hanya berlaku terhadap postingan saja, Anda bisa menambahkan sedikit code pada file functions.php Anda. function SearchFilter($query) { [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika pengunjung blog melakukan pencarian melalui <em>search form</em>, kemungkinan besar apa yang mereka cari adalah postingan blog, bukan content <em>static page</em>. Modul pencarian <a href="http://www.wordpress.org">WordPress</a> secara otomatis akan meng-<em>query</em> keduanya, baik postingan maupun <em>static page</em>.<span id="more-312"></span></p>
<p>Untuk membuat hasil pencarian hanya berlaku terhadap postingan saja, Anda bisa menambahkan sedikit <em>code</em> pada file <code>functions.php</code> Anda. </p>
<pre class="brush:php">
function SearchFilter($query) {
    if ($query->is_search) {
        $query->set('post_type', 'post');
    }
    return $query;
}

add_filter('pre_get_posts','SearchFilter');
</pre>
<p>Dengan tambahan <em>code</em> di atas, maka engine akan melakukan pencarian untuk postingan (<code>post_type</code>) saja. Jika Anda membutuhkan hal yang sebaliknya, Anda hanya perlu mengubah <code>post_type</code> menjadi page.</p>
<p>Sumber:<br />
<a href="http://bavotasan.com/tutorials/excluding-pages-from-wordpress-search/">bavotasan</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aban.web.id/membuat-modul-pencarian-wordpress-berlaku-untuk-postingan-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengimplementasikan @font-face</title>
		<link>http://www.aban.web.id/mengimplementasikan-font-face/</link>
		<comments>http://www.aban.web.id/mengimplementasikan-font-face/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 17:44:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aban Nesta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Webby]]></category>
		<category><![CDATA[css]]></category>
		<category><![CDATA[design]]></category>
		<category><![CDATA[jerbee]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aban.web.id/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Saya sering mendapatkan klien yang menyodorkan draft desain website mereka (dari paling sederhana dalam bentuk .ppt sampai dengan format .psd). Rata-rata mereka sangat &#8220;kreatif&#8221; dalam hal penggunaan font sebagai typografi mereka. Ketika saya jelaskan kaidah penggunaan font di website, rata-rata mereka cukup bisa untuk berkompromi dan akhirnya mengembalikan jenis font ke jenis yang &#8220;diizinkan&#8221;. Tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.aban.web.id/wp-images/fontface1.jpg" alt="Fonts" title="Fonts" width="220" height="117" class="alignleft size-full wp-image-299" />Saya sering mendapatkan klien yang menyodorkan draft desain website mereka (dari paling sederhana dalam bentuk .ppt sampai dengan format .psd). Rata-rata mereka sangat &#8220;kreatif&#8221; dalam hal penggunaan font sebagai typografi mereka. Ketika saya jelaskan kaidah penggunaan font di website, rata-rata mereka cukup bisa untuk berkompromi dan akhirnya mengembalikan jenis font ke jenis yang &#8220;diizinkan&#8221;.</p>
<p>Tapi sebenarnya, saya bisa memenuhi permintaan mereka dengan memanfaatkan <code>@font-face</code>. Relatif bukan hal yang baru memang, karena <code>@font-face</code> sudah diajukan untuk standarisasi CSS2 dan bahkan sudah diimpelementasikan  di Internet Explorer versi 5, meskipun implementasinya menggunakan format <em>Embedded Open Type (.eot)</em> yang notabene tidak semua browser menggunakan format tersebut.<br />
<span id="more-296"></span><br />
OK, sekarang bagaimana cara kita memasang kaidah <code>@font-face</code> dalam blog/website kita?</p>
<p><em>Pertama</em>, perlu diingat format font apa saja yang di-<em>support</em> oleh browser-browser yang ada. </p>
<ul>
<li>Internet Explorer (semua versi): EOT</li>
<li>Safari (3.2+): TTF/OTF</li>
<li>iPhone (3.1) SVG</li>
<li>Chrome (semua versi): SVG (TTF/OTF <em>supported</em> sejak 25 Januari 2010)</li>
<li>Firefox (3.5+): TTF/OTF (.WOFF sejak versi 3.6)</li>
<li>Opera (10+) TTF/OTF</li>
</ul>
<p>So, <code>.eot + .ttf /.otf + svg + woff</code> adalah format-format yang banyak di-<em>support</em> oleh browser. Artinya, ketika kita hendak menggunakan kaidah <code>@font-face</code>, sangat disarankan agar kita menyertakan format-format tersebut. Anda bisa memanfaatkan <a href="http://www.fontsquirrel.com/fontface/generator">@font-face generator</a> untuk meng-<em>generate</em> font pilihan dari komputer Anda (harap diperhatikan juga mengenai lisensi font yang akan Anda gunakan). Unggahlah file font yang akan Anda gunakan.</p>
<p><em>Kedua</em>, syntax yang digunakan untuk implementasi <code>@font-face</code>:</p>
<pre class="brush:css">
@font-face {
  font-family: NamaFont; /* required */
  src: source;	/* required */
  font-weight: weight;	/* optional */
  font-style: style;  /* optional */
}
</pre>
<p><strong>NamaFont </strong><br />
Nama font yang akan dipanggil untuk properti CSS kita.<br />
<strong>source</strong><br />
URL tempat font tersebut kita simpan, bisa juga ditambahkan dengan <code>local("NamaFontLokal")</code>, dengan NamaFontLokal adalah nama yang terbaca oleh komputer lokal kita.<br />
<strong>weight</strong><br />
Font weight value, misalnya <code>bold</code> atau <code>normal</code>.<br />
<strong>style</strong><br />
Font style value, misalnya <code>italic</code> atau <code>normal</code>. </p>
<p><em>Note: Syntax CSS ini bisa digunakan berulang, jika kita menggunakan lebih dari 1 jenis font.</em></p>
<p><em>Ketiga</em>, panggillah nama font tadi sesuai kebutuhan, misalnya:</p>
<pre class="brush:css">
h1{
   font-family: 'NamaFont', arial, serif;
}
</pre>
<p><em>Note: Tetap disarankan untuk menyertakan jenis font standar lain sebagai alternatif.</em></p>
<p>Untuk lebih jelasnya, Anda bisa membaca juga artikel-artikel berikut ini:</p>
<ul>
<li><a href="https://developer.mozilla.org/en/css/@font-face">@Font-face Mozilla Developer Center</a></li>
<li><a href="http://www.w3.org/TR/css3-webfonts/#the-font-face-rule">W3C &#8211; CSS Fonts Module</a></li>
<li><a href="http://www.miltonbayer.com/font-face/">@Font-face Tutorial and Guide by Milton Bayer</a></li>
<li><a href="http://www.evotech.net/blog/2010/01/font-face-browser-support-tutorial/">@Font-face Browser Support and Tutorial</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aban.web.id/mengimplementasikan-font-face/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Halaman Maintenance untuk Blog WordPress</title>
		<link>http://www.aban.web.id/membuat-halaman-maintenance-untuk-blog-wordpress/</link>
		<comments>http://www.aban.web.id/membuat-halaman-maintenance-untuk-blog-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 15:59:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aban Nesta</dc:creator>
				<category><![CDATA[wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[jerbee]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress hacks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aban.web.id/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[Selain update blog, terkadang kita harus sedikit terjun membenahi masalah &#8220;teknis&#8221; misalnya pasang theme baru, upgrade wordpress (secara manual, bukan via fantastico) atau mungkin sedikit hard coding. Ketika kita melakukan hal teknis tersebut tentunya halaman depan sebaiknya kita &#8220;tutup&#8221;, bisa dengan membuat file index.html dengan tulisan &#8220;Under Maintenance&#8221;. Tapi tentu hal ini sedikit banyak akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selain update blog, terkadang kita harus sedikit terjun membenahi masalah &#8220;teknis&#8221; misalnya pasang theme baru, upgrade <a href="http://www.wordpress.org">wordpress</a> (secara manual, bukan via fantastico) atau mungkin sedikit <em>hard coding</em>. Ketika kita melakukan hal teknis tersebut tentunya halaman depan sebaiknya kita &#8220;tutup&#8221;, bisa dengan membuat file <code>index.html</code> dengan tulisan &#8220;Under Maintenance&#8221;. Tapi tentu hal ini sedikit banyak akan membuat ribet karena kita harus mengarahkan url ke <code>index.php</code>.</p>
<p>Ada satu trik agar kita bisa dengan tenang &#8220;mengobrak-abrik&#8221; blog kita sementara halaman depan tetap manteng di halaman maintenance, yaitu dengan memanfaatkan konfigurasi halaman <code>.httaccess</code>.<span id="more-284"></span></p>
<ol>
<li>Buatlah satu halaman maintenance, dan namai, let&#8217;s say, dengan <code>maintenance.html</code></li>
<li>Cari file <code>.htaccess</code>, biasanya terletak di halaman root. Buat file backup-nya.</li>
<li>Buka file <code>.htaccess</code> untuk diedit.</li>
<li>Gantilah dengan code seperti di bawah ini:
<pre class="brush:text">
RewriteEngine on
RewriteCond %{REQUEST_URI} !/maintenance.html$
RewriteCond %{REMOTE_ADDR} !^123\.123\.123\.123
RewriteRule $ /maintenance.html [R=302,L]</pre>
</li>
<li>Gantilah <code>123\.123\.123\.123</code> di line 3 dengan IP address anda (Masa gak tau? :P). Pastikanlah anda memakai syntax yang sama lalu <em>Save</em></li>
<li>Sekarang, pengunjung blog anda akan di-<em>redirect</em> ke halaman maintenance anda.</li>
<li>Ketika &#8220;pekerjaan&#8221; anda kelar, anda bisa mengembalikan file <code>.httaccess</code> seperti semula.</li>
</ol>
<p>File <code>.httaccess</code> adalah file yang berisi perintah-perintah untuk webserver Apache. Dalam kasus ini, <code>.httaccess</code> mengontrol agar pengunjung yang berasal dari IP address yang berbeda dengan 123.123.123.123 akan di-<em>redirect</em> ke file <code>maintenance.html</code>.</p>
<p>Dengan mengganti <code>123.123.123.123</code> dengan IP address anda membuat anda bisa tetap mem-browse halaman blog anda secara normal ketika yang lain di-redirect ke halaman <code>maintenance.html</code>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aban.web.id/membuat-halaman-maintenance-untuk-blog-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menambah (Gr)Avatar Default pada WordPress</title>
		<link>http://www.aban.web.id/menambah-gravatar-default-pada-wordpress/</link>
		<comments>http://www.aban.web.id/menambah-gravatar-default-pada-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 11:54:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aban Nesta</dc:creator>
				<category><![CDATA[wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[jerbee]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress hacks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aban.web.id/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Gravatar adalah satu servis yang memungkinkan munculnya avatar kita ketika memberikan komentar di blog orang lain (yang menggunakan servis gravatar juga tentunya). Sejak wordpress 2.7 diluncurkan, servis ini pun sudah terintegrasi dengan engine wordpress, sehingga kita tidak perlu meng-install plugin gravatar ataupun menambah tag gravatar secara manual. Lantas, bagaimana &#8220;nasib&#8221; para pengunjung yang tidak terdaftar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.gravatar.com">Gravatar</a> adalah satu servis yang memungkinkan munculnya avatar kita ketika memberikan komentar di blog orang lain (yang menggunakan servis gravatar juga tentunya). Sejak wordpress 2.7 diluncurkan, servis ini pun sudah terintegrasi dengan engine wordpress, sehingga kita tidak perlu meng-install plugin gravatar ataupun menambah tag gravatar secara manual. Lantas, bagaimana &#8220;nasib&#8221; para pengunjung yang tidak terdaftar di gravatar? WordPress menyediakan beberapa alternatif yang bisa dipilih untuk digunakan para pengunjung yang belum terdaftar.<span id="more-269"></span></p>
<p><img style="border:1px solid #D1FFA5;" src="http://www.aban.web.id/wp-images/gravatar1.jpg" alt="gravatar" title="gravatar" width="279" height="255" class="alignnone size-full wp-image-270" /></p>
<p>Namun, dengan pilihan gambar yang itu-itu saja, tentu akan membosankan. Seringkali kita menginginkan adanya gambar unik untuk gravatar default tersebut. Well, berikut saya paparkan hack untuk menambah gravatar default pada wordpress.</p>
<p>Yang harus anda lakukan adalah menambah function pada <code>function.php</code> dan unggahlah file gambar yang akan dijadikan gravatar default (sebaiknya dimensi gambarnya tidak lebih dari 60 x 60 pixel). </p>
<pre class="brush:php">
/**
 * add a default-gravatar to options
 */
if ( !function_exists('fb_addgravatar') ) {
	function fb_addgravatar( $avatar_defaults ) {
		$myavatar = get_bloginfo('template_directory') . '/images/glassess.gif';
		$avatar_defaults[$myavatar] = 'Kacamata';

		return $avatar_defaults;
	}

	add_filter( 'avatar_defaults', 'fb_addgravatar' );
}
</pre>
<p>Ketika theme anda aktif, maka anda akan melihat gravatar default bertambah.</p>
<p><img style="border:1px solid #D1FFA5;" src="http://www.aban.web.id/wp-images/addgravatar.jpg" alt="addgravatar" title="addgravatar" width="279" height="255" class="alignnone size-full wp-image-271" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aban.web.id/menambah-gravatar-default-pada-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Koin untuk Prita</title>
		<link>http://www.aban.web.id/koin-untuk-prita/</link>
		<comments>http://www.aban.web.id/koin-untuk-prita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 06:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aban Nesta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Episentrum]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[koin]]></category>
		<category><![CDATA[pengadilan]]></category>
		<category><![CDATA[prita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aban.web.id/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Ketika saya membaca berita ini, saya tidak lantas berusaha menghakimi ataupun menyalahkan siapa pun. Tapi 204 juta rupiah untuk seorang Prita Mulyasari, terdakwa dugaan pencemaran nama baik RS Omni Internasional Alam Sutera, Tangerang, rasanya pasti teramat sangat berat. Untuk itu, saya mendukung sepenuhnya gerakan Koin Untuk Prita. Namanya juga gerakan spontan, tanpa hierarki, dan tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://koinkeadilan.com/"><img style="border:1px solid #D1FFA5;" src="http://www.aban.web.id/wp-images/koinuntukprita.png" alt="koinuntukprita" title="koinuntukprita" width="266" height="266" class="alignnone size-full wp-image-261" /></a></p>
<p>Ketika saya membaca <a href="http://news.okezone.com/read/2009/12/04/338/281690/pt-banten-putuskan-prita-didenda-rp204-juta">berita ini</a>, saya tidak lantas berusaha menghakimi ataupun menyalahkan siapa pun. Tapi 204 juta rupiah untuk seorang Prita Mulyasari, terdakwa dugaan pencemaran nama baik RS Omni Internasional Alam Sutera, Tangerang, rasanya pasti teramat sangat berat. Untuk itu, saya mendukung sepenuhnya gerakan <a href="http://koinkeadilan.com/">Koin Untuk Prita</a>. </p>
<blockquote><p>Namanya juga gerakan spontan, tanpa hierarki, dan tanpa banyak rapat, maka wajar saja jika Koin Keadilan ini masih bolong. Misalnya?</p>
<ol>
<li>Bagaimanakah cara melaporkan perolehan koin secara periodik, baik per titik pengumpulan maupun keseluruhan?</li>
<li>Jika ada pendukung yang berhalangan datang ke tempat pengumpulan koin, lalu ingin mentransfer, harus ke rekening siapa?</li>
<li>Hal sama berlaku untuk pendukung yang berada di luar negeri, apakah dimungkinkan untuk menyampaikan sumbangan melalui PayPal?</li>
</ol>
<p>Sejauh ini belum ada solusi untuk ketiga pertanyaan tersebut. Justru Andalah yang kami harapkan memberikan saran dan solusi.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aban.web.id/koin-untuk-prita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Copyright Dinamis pada Footer WordPress</title>
		<link>http://www.aban.web.id/copyright-dinamis-pada-footer-wordpress/</link>
		<comments>http://www.aban.web.id/copyright-dinamis-pada-footer-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 22:51:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aban Nesta</dc:creator>
				<category><![CDATA[wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress hacks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aban.web.id/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Udah masuk bulan Desember, sebentar lagi tahun 2010 tiba (udah mau Piala Dunia, euy!). Buat para pengguna wordpress yang terbiasa meng-update footer tahun copyright (Contoh: &#169; 2006 &#8211; 2009 SitusAnda.Com) secara manual, berikut sedikit tips untuk menghindari kebiasaan itu: &#60;p&#62;copyright &#38;copy; 2006 - &#60;?php echo date('Y'); ?&#62; SitusAnda.Com&#60;/p&#62; Dengan menggunakan date(’Y'), Anda tidak perlu susah-susah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Udah masuk bulan Desember, sebentar lagi tahun 2010 tiba (udah mau Piala Dunia, euy!). Buat para pengguna <a href="http://www.wordpress.org">wordpress</a> yang terbiasa meng-<em>update</em> footer tahun <em>copyright</em> (Contoh: &copy; 2006 &#8211; 2009 SitusAnda.Com) secara manual, berikut sedikit tips untuk menghindari kebiasaan itu:</p>
<pre class="brush:php">&lt;p&gt;copyright &amp;copy; 2006 - &lt;?php echo date('Y'); ?&gt; SitusAnda.Com&lt;/p&gt;</pre>
<p>Dengan menggunakan <code>date(’Y')</code>, Anda tidak perlu susah-susah meng-update tahun copyright setiap pergantian tahun (kecuali Anda mengganti theme yang digunakan tentunya)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aban.web.id/copyright-dinamis-pada-footer-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PNG Transparan untuk Windows IE 5.5 dan 6</title>
		<link>http://www.aban.web.id/png-transparan-untuk-windows-ie-5-5-dan-6/</link>
		<comments>http://www.aban.web.id/png-transparan-untuk-windows-ie-5-5-dan-6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 03:45:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aban Nesta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologia]]></category>
		<category><![CDATA[ajax]]></category>
		<category><![CDATA[jquery]]></category>
		<category><![CDATA[png]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aban.web.id/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu masalah yang sering ditemui ketika kita mendesain satu layout adalah cross-bowser check, terutama untuk &#8220;browser kesayangan&#8221; para desainer yakni Internet Explorer 5, dan 6. IE memang kini sudah merilis versi 8 dan relatif lebih &#8220;bersahabat&#8221; ketimbang para pendahulunya. Namun, kita tidak bisa menafikan begitu saja para pengunjung yang masih menggunakan versi 5.5 dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu masalah yang sering ditemui ketika kita mendesain satu layout adalah <em>cross-bowser check</em>, terutama untuk &#8220;browser kesayangan&#8221; para desainer yakni Internet Explorer 5, dan 6. IE memang kini sudah merilis versi 8 dan relatif lebih &#8220;bersahabat&#8221; ketimbang para pendahulunya. Namun, kita tidak bisa menafikan begitu saja para pengunjung yang masih menggunakan versi 5.5 dan 6.<br />
<span id="more-230"></span><br />
Salah satu &#8220;kemahiwalan&#8221; IE 5.5 dan 6 adalah dalam hal me-<em>render</em> file .PNG transparan. File tersebut latarnya akan terlihat berwarna abu-abu. Tentu ini terasa sangat <em>annoying</em> mengingat transparansi file .PNG begitu <em>smooth</em> dan mendukung <em>opacity transparency</em>. </p>
<p>Tapi jangan kuatir, sekarang ini sudah banyak beberapa trik/hack yang dapat digunakan untuk mensiasati hal tersebut. Salah satunya adalah dengan menggunakan <strong>jquery.pngFix.js</strong>. Berikut contoh penggunaan <strong>jquery.pngFix.js</strong> untuk mengatasi masalah transparansi file .PNG di IE 5.5 dan 6 (saya menggunakan jQuery versi 1.3.2 untuk blog ini):</p>
<p><strong>PNG Transparan</strong></p>
<pre class="brush:html">&lt;img src="contohpng.png" alt="Contoh PNG" width="128" height="128"&gt;</pre>
<p><img src="http://www.aban.web.id/wp-images/contohpng.png" alt="Contoh File .png" title="contohpng" width="128" height="128" class="size-full wp-image-231" /></p>
<p><strong>PNG Transparan Dengan Style</strong></p>
<pre class="brush:html">&lt;img style="border:1.0em dashed #090;padding:10px;margin:10px;" src="contohpng.png" width="128" height="128" alt="Contoh PNG" /&gt;</pre>
<p><img src="http://www.aban.web.id/wp-images/contohpng.png" alt="Contoh File .png" title="contohpng" width="128" height="128" style="border:1.0em dashed #090;padding:10px;margin:10px;" /></p>
<p><strong>DIV dengan Background PNG</strong></p>
<pre class="brush:html">&lt;div&gt;&lt;div style="float:left;width:128px;height:128px;
background: url(contohpng.png);"&gt;Ini adalah div-container dengan menggunakan background PNG...&lt;/div&gt;&lt;div style="float:right;width:346px;height:150px;
background: white url(contohpng.png);"&gt;Ini adalah div-container dengan menggunakan background PNG...&lt;/div&gt;&lt;div style="clear:both;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</pre>
<div>
<div style="float:left;width:128px;height:128px;background: url('http://www.aban.web.id/wp-images/contohpng.png');color:red;">
Ini adalah div-container dengan menggunakan background PNG&#8230;
</div>
<div style="float:right;width:346px;height:150px;background: white url(http://www.aban.web.id/wp-images/contohpng.png);color:red;">
Ini adalah div-container dengan menggunakan background PNG&#8230;
</div>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<p>Khusus untuk implementasi pada DIV, <code>width</code> dan <code>height</code> image akan mengikuti <code>width</code> dan <code>height</code> yang di-<em>state</em> di style yang kita gunakan. Jadi, sebaiknya gunakan <code>width</code> dan <code>height</code> yang sesuai dengan dimensi image-nya.</p>
<p><strong>Bagaimana Menggunakannya?</strong></p>
<ol>
<li><a href="http://jquery.com/">Download jQuery</a><br />
<a href="http://jquery.andreaseberhard.de/download/pngFix.zip">Download pngFix.zip</a> atau lihat <a href="http://jquery.andreaseberhard.de/pngFix/jquery.pngFix.js">source</a>.</li>
<li>Tambahkan tag untuk memanggil <strong>jQuery</strong> and <strong>pngFix</strong> pada bagian HEAD di dokumen HTML anda&#8230;
<pre class="brush:html">
&lt;head&gt;
...
&lt;script type="text/javascript" src="jquery-latest.pack.js"&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript" src="jquery.pngFix.js"&gt;&lt;/script&gt;
...
&lt;/head&gt;
</pre>
<p>Sesuaikan path tempat file .js tadi diunggah.
</li>
<li>Aktifkan <strong>pngFix</strong> dengan menambahkan tag berikut:
<pre class="brush:html">
&lt;head&gt;
...
<script type="text/javascript"> 
    $(document).ready(function(){ 
        $(document).pngFix(); 
    }); 
</script>
...
&lt;/head&gt;
</pre>
</li>
</ol>
<p>Selamat mencoba&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aban.web.id/png-transparan-untuk-windows-ie-5-5-dan-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengemas Ulang WordPress</title>
		<link>http://www.aban.web.id/mengemas-ulang-wordpress/</link>
		<comments>http://www.aban.web.id/mengemas-ulang-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 22:06:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aban Nesta</dc:creator>
				<category><![CDATA[wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[css]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress hacks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aban.web.id/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Banyak kerjaan kantor yang saya solusikan dengan menggunakan WordPress, menyusul banyaknya permintaan pembuatan website &#8220;sederhana&#8221;, gampang dipake dan tentunya personalized. Untuk hal yang terakhir, ada satu trik yang sering saya gunakan, yakni &#8220;mengemas ulang&#8221; area admin wordpress, dalam hal ini mengubah logo di halaman login dan logo di sudut kanan atas. Saya gak begitu tau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak kerjaan kantor yang saya solusikan dengan menggunakan <a href="http://www.wordpress.org">WordPress</a>, menyusul banyaknya permintaan pembuatan website &#8220;sederhana&#8221;, gampang dipake dan tentunya <em>personalized</em>. Untuk hal yang terakhir, ada satu trik yang sering saya gunakan, yakni &#8220;mengemas ulang&#8221; area admin wordpress, dalam hal ini mengubah logo di halaman login dan logo di sudut kanan atas.<br />
<span id="more-140"></span><br />
Saya gak begitu tau apa trik seperti ini menyalahi aturan atau tidak, yang jelas ketika saya coba cari tau di <a href="http://wordpress.org/about/gpl/">sini</a>, tidak ada pernyataan yang secara eksplisit menjelaskan hal tersebut (mungkin karena keterbatasan kemampuan bahasa Inggris saya), CMIIW. So, meskipun saya mengganti kedua logo wordpress tadi, tapi saya tidak mengubah <em>link</em> ke wordpress-nya.</p>
<p>Kembali ke soal logo tadi, beberapa yang saya ubah antara lain:</p>
<p><code>/wp-admin/images/logo-login.gif</code><br />
<code>/wp-admin/images/logo-ghost.png</code><br />
<code>/wp-admin/css/login.css</code></p>
<p><strong>logo-login.gif</strong><br />
Ganti image ini dengan logo baru (biasanya berupa logo instansi klien). Image ini normalnya berukuran 310×70 pixel. Jadi kalo logo baru ukuran dimensinya sama, kita tidak perlu menyunting file login.css.</p>
<p><strong>login.css</strong><br />
Ubahlah atribut <code>h1 a</code> sesuai dengan logo baru (jika ukuran dimensinya berbeda dengan file aslinya). </p>
<pre class="brush:css">
h1 a {
	background: url(../images/logo-login.gif) no-repeat top center;
	width: 326px;
	height: 67px;
	text-indent: -9999px;
	overflow: hidden;
	padding-bottom: 15px;
	display: block;
}
</pre>
<p><strong>logo-ghost.png</strong><br />
Seperti halnya logo-login.gif tadi, gantilah image ini dengan logo baru. Untuk yang satu ini, sebaiknya dimensinya disamakan dengan file aslinya (<code>25x25</code>). Jika ada masalah dengan image tranparency, kita bisa memberi warna background dengan <code>#464646</code>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aban.web.id/mengemas-ulang-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saya Kembali!</title>
		<link>http://www.aban.web.id/saya-kembali/</link>
		<comments>http://www.aban.web.id/saya-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 00:05:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aban Nesta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bloggerium]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aban.web.id/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Gara-gara acara upgrading rutin di kantor (Wednesday IT), saya pun tergoda untuk kembali blogging. Ceritanya, minggu depan saya kebagian jadi presenter dan berniat untuk mengangkat topik &#8220;tips sederhana membuat theme wordpress&#8221;. Tentu dibutuhkan 1-2 skrinsyut untuk mendukung presentasi saya nanti (rencananya). Mulailah saya &#8220;berpura-pura&#8221; membuat satu theme yang akhirnya malah kebablasan jadi pengen dipake terus. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gara-gara acara <em>upgrading</em> rutin di kantor (Wednesday IT), saya pun tergoda untuk kembali <em>blogging</em>. Ceritanya, minggu depan saya kebagian jadi <em>presenter</em> dan berniat untuk mengangkat topik &#8220;tips sederhana membuat theme wordpress&#8221;. Tentu dibutuhkan 1-2 skrinsyut untuk mendukung presentasi saya nanti (rencananya). Mulailah saya &#8220;berpura-pura&#8221; membuat satu theme yang akhirnya malah kebablasan jadi pengen dipake terus. Coba cek ke bawah, postingan &#8220;pangais bungsu&#8221; saat ini adalah postingan yang ditulis pada April 2008 dengan topik WordPress 2.5 (alamak!).<br />
Hal pertama yang saya lakukan adalah &#8220;membungkus&#8221; semua postingan lama ke dalam satu kategori &#8220;Oldies&#8221;, biar semangat &#8220;era baru&#8221;-nya kental ceritanya hehehe&#8230; Kedua, tentu saja upgrade wordpress saya ke versi terakhir :P</p>
<p>Pengennya sih postingan-postingan saya rada-rada berbobot nantinya tapi ya&#8230;liat aja nanti lah hehehehe&#8230;. Yang penting saya gak merasa risi lagi gabung dengan milis BBV sonder blog hahahaha&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aban.web.id/saya-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
