
Kemaren dapet kiriman artikel ini dari salah seorang rekanan kerja. Awalnya, gue cuman menganggap ini sebagai joke intelektual a la seorang programmer yang udah molotok di PostGreSQL. Tapi setelah gue telusuri lagi, ternyata memang dalem juga maknanya.
Bini gue adalah salah seorang yang sering nyuruh gue untuk membabat habis jenggot gue. Alesannya, dia bilang sering geuleuh kalo pas gue makan atau minum, karena seringkali ada remeh atau tetesan air yang nyangsang di antara helai jenggot gue. Cukup kuat emang alesannya, tapi gue tetep gak bergeming dengan alesan bahwa miara jenggot itu sunnah rasul. Berdasarkan artikel yang dikirim rekanan gue:
…Ada tiga pendapat mengenai mencukur jenggot:
- Pendapat yang mengharamkan seperti yang menjadi pandangan Ibn Taymiyah. Di antara alasannya karena redaksi hadis di atas berbentuk perintah. Juga karena berbeda dengan orang kafir wajib hukumnya. Karenanya tiada keterangan yang menyatakan bahwa ada seorang sahabat yang mencukur janggut.
- pendapat yang menyatakan makruh seperti yang dikatakan oleh al-Qadhi Iyadh. Beliau berkata, â€Makruhnya hukumnya mencukur, memotong, dan menghabisi jenggot. Kalau memotong ujung dan sampingnya lantaran terlalu lebat, hal itu baik.â€
- Pendapat yang menyatakan mubah yang banyak dikatakan oleh ulama pada saat ini dengan alasan bahwa membiarkan jenggot termasuk kebiasaan Rasul saw. Namun, bukan termasuk dalam urusan ibadah.
Well, emang, miara jenggot ternyata bukan termasuk ibadah, tapi lebih sebagai ciri yang ngebedain kaum Muslim dengan Kafir (pada zaman Rasulullah). Sekarang? Non-Muslim pun banyak yang piara jenggot!
Tapi ada satu hal yang bikin gue keukeuh. Sekarang ini, seringkali untuk sekadar cukuran (rambut, kumis dan jenggot) sering gak kepikiran. Walhasil, ketika pulang ke rumah kumis pun mulai lebat. Nah, menurut gue, akan kumis yang lebat akan lebih “ternetralisir” dengan jenggot yang lebat pula, ketimbang kumis lebat dengan dagu yang polos!
Dan jenggot gue pun masih tetap pada tempatnya…





Hi! My name is hmmmm... just call me Aban Nesta. I am currently working as a web designer and an adventurer by state of mind. I am quite involved with 


Warning: call_user_func(twentyten_comment) [function.call-user-func]: First argument is expected to be a valid callback in /home/aban/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1335
Warning: call_user_func(twentyten_comment) [function.call-user-func]: First argument is expected to be a valid callback in /home/aban/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1335
Warning: call_user_func(twentyten_comment) [function.call-user-func]: First argument is expected to be a valid callback in /home/aban/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1335
Warning: call_user_func(twentyten_comment) [function.call-user-func]: First argument is expected to be a valid callback in /home/aban/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1335
Warning: call_user_func(twentyten_comment) [function.call-user-func]: First argument is expected to be a valid callback in /home/aban/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1335
Warning: call_user_func(twentyten_comment) [function.call-user-func]: First argument is expected to be a valid callback in /home/aban/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1335
Warning: call_user_func(twentyten_comment) [function.call-user-func]: First argument is expected to be a valid callback in /home/aban/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1335
Warning: call_user_func(twentyten_comment) [function.call-user-func]: First argument is expected to be a valid callback in /home/aban/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1335
Warning: call_user_func(twentyten_comment) [function.call-user-func]: First argument is expected to be a valid callback in /home/aban/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1335