My Unconscious Mind

My Unconscious Mind

 
My Unconscious Mind
 
 

Waktu Luang

 

Gak sempet update blog, gak sempet belajar ini itu, gak sempet ini, gak sempet itu… Terlalu naif kalo gue menyalahkan load kerja di kantor, karena setinggi-tingginya load melompat, akhirnya jatuh juga (loh?). Sebenernya, ini lebih ke masalah konsentrasi sih. Ketika konsentrasi gue pusatkan ke kerjaan, pada akhirnya hal-hal yang “kurang penting” menjadi terpinggirkan. Jadi kalo gue bilang “Gak ada waktu luang”, itu hanyalah sebuah apologi aja. “Waktu luang” yang ada (Sabtu & Minggu kecuali ada force majeur) adalah mutlak hak milik keluarga gue. Selain itu, jangan harap gue bisa menyisihkan secuil konsentrasi untuk hal-hal yang sifatnya “kepuasan pribadi”.
Ah, kitu weh pokona mah… euweuh waktu jang ngabacot yeuh hehe…

 
 

Liga Yahoo

 

Adalah fakta yang sahih bahwa gue ngedukung Italia di Piala Dunia 2006. Salah satu faktor kenapa gue dukung Italia adalah karena gue seorang Milanista, otomatis gue bakal ngedukung asal negara AC Milan, yakni Italia.
OK, sekarang simpan dulu soal dukung mendukung itu. Di kantor gue, ada 4 orang (termasuk gue) yang ikutan FIFA World Cup Fantasy Sports alias “Liga Yahoo”. Sebuah game online mirip-mirip CM/FM yang rating pemainnya dinilai berdasarkan real performance di PD 2006. Setiap tim hanya bisa mengambil maksimal 3 pemain dari satu negara.
Yang jadi masalah, gara-gara “Liga Yahoo” dukungan ke sebuah tim bisa menjadi bias. Contohnya pada partai Italia Vs. Rep. Ceska. Gue mempunyai kepentingan di kedua negara tersebut karena gue ngambil Gianluigi Buffon, Alessandro Nesta dan Andrea Pirlo dari Italia, serta Petr Cech, Pavel Nedved dan Tomas Ujfalusi dari Ceska. Alhasil, teriakan yang keluar dari mulut gue kurang lebih begini, “Ayo Nedved, tembaklah sebanyak-banyaknya! Tapi jangan ada yang gol!” Nah loh! Jelas, maksudnya karena gue dukung Italia tapi di sisi lain gue pengen meraup poin banyak di Liga Yahoo. Dengan Nedved melakukan banyak shot on goal tanpa terjadi gol, maka hampir dapat dipastikan poin gue bertambah banyak.
BTW, di groups yang gue bikin, gue masih memimpin klasemen. Sayangnya timnya diki terus melorot ke urutan ketiga.

 
 

Aksi Blogger Indonesia untuk Jogja

 


AKSI BLOGGER INDONESIA UNTUK JOGJA

Gempa dengan kekuatan 6 SR telah menggoncang Jogjakarta pada tanggal 27 Mei 2006 yang lalu. Hingga saat ini estimasi korban meninggal telah mencapai 5000 orang, belum termasuk ribuan orang luka-luka, dan ribuan rumah rusak.
Akankah kita berdiam diri melihat saudara-saudara kita menangis? Sanggupkah kita makan dan tidur dengan nyaman selagi mereka–saudara kita–kelaparan dan kedinginan?
Marilah kita berhenti mengetik dikeyboard dan berhenti tertawa sejenak sambil merenungkan, jika kejadian ini terjadi pada kita ataupun keluarga kita. Mari kita tunjukkan, solidaritas kita mengalahkan jarak dan batasan apapun yang ada di depan mata.
Sisihkanlah beberapa lembar receh dari dompet teman-teman, yang Insya Allah, semoga akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Uang receh seharga sebungkus rokok, sejam billing di warnet, sekaleng minuman soft drink, berapapun itu jumlahnya jika kita gabungkan bersama pasti akan berarti.
Kami sangat mengharapkan partisipasinya. Silahkan klik banner diatas untuk informasi lebih lanjut. Terima kasih.

 
 

Rejeki Anak

 

Yudha pernah bilang, “Ketika loe punya anak, maka loe akan ngerasain keajaiban…”. Gak salah sama sekali! Banyak keajaiban yang gue alamin pasca kelahiran Najla. Seminggu setelah kelahiran Najla (18/05), tiba waktunya untuk melaksanak sunnah rasul, yaitu cukuran (bukan syukuran) dan ‘aqiqah. Tadinya, cuman acara cukuran yang disiapkan, namun 2 hari menjelang hari-h, alhamdulillah gue mendapatkan rejeki yang tak terduga dari kantor (rejeki anak kali ye…), so, syukuran ‘aqiqah pun bisa terlaksana. Alhamdulillah, tali pusar Najla pun puput pada hari yang sama. Sehingga, bisa dibilang dalam satu hari 3 momen bisa terlaksana.

Domba seharga 750 rebu perak pun dengan pasrah disembelih. Maaf, kalo gambar kurang layak diliat buat dikonsumsi anak-anak. Tapi, jujur aja, ketika gue nyiapin kamera, dombanya udah keburu dipotong, alhasil, kepala domba inilah yang tersedia sebagai bukti. Segera setelah dipotong-potong, 80 plastik berisi potongan daging domba itu pun dibagikan serata mungkin ke tetangga-tetangga.

Sementara, rambut Najla pun dibabat habis. (Sekali lagi) Gue gak sempet ngambil foto dia sebelum dicukur. Rambut hasil cukuran pun ditimbang di Toko Mas seberat 0,75 gram. Jumlah jamleh yang disedekahkan Rp 112.500 (harga emas di Ciparay 150 rebu/gram). Atas inisiatif mertua, uang cukuran dibagikan ke anak-anak kecil yang sering mengaji di Masjid. Setiap anak dapet 5000 perak. Pas dicukur, gue rada gak tega juga liatnya. Gue lebih kuat liatin bini berjuang melahirkan ketimbang liat rambut anak gue dicukur.

Alhamdulillah, istilah “setiap anak yang lahir selalu dibarengi rejeki dari Allah” terbukti sudah. Semoga, gue dan bini bisa ngejaga “amanat” Allah yang paling berharga ini.
Ucapan Terima Kasih Setulus-tulusnya buat Kang Yudi, Kang Aries, Diki, Ipey dan Kru Jerbee; Ramti (atas pinjaman kamdig-nya), Yudha (atas (bagi-bagi pengalamannya) dan semua pihak yang telah membantu dirilisnya album yang pertama ini (loh?)

 
 

Najla Raisa Maharani

 

Alhamdulillah, anak gue udah lahir hari Jumat kemarin (12/05) pukul 20.20 dengan berat 3500 gram. Sesuai analisa Dokter, anak gue berkelamin cewek. 2 hari kemudian, gue sempet menamainya Najla Raisa Munggarani. Namun, akhirnya nama belakang Munggarani diganti menjadi Maharani karena veto dari mertua. Yupe, Najla Raisa Maharani. Najla dalam bahasa Arab berarti mata yang elok/lebar. Raisa gue ambil dari kata “rais” yang artinya “pemimpin” dan Maharani setelah gue tanya ke Om Wiki ternyata artinya adalah:

The word Maharaja (also spelled maharajah) is Hindi as well as ancient Sanskrit for “high king” (a karmadharaya from maha “great” and rajan “king”). Its use is primarily for Hindu potentates (ruler or sovereign). The female equivalent to Maharaja is Maharani (or Maharanee), a title used either by the wife of a Maharaja or, in the few states where that is possible, by a woman ruling in her own right. In Hindi, the suffix ‘a’ is silent so it is pronounced Maharaj.

Intinya, bagi gue, nama anak adalah sebuah pengharapan. So, meskipun anak gue cewek, gue berharap dia bisa menjadi pemimpin (setidaknya bagi adik-adiknya kelak kalo masih dipercaya ama Yang Di Atas).
Btw, rasanya interval updating blog gue kian gak tentu. Load gawean yang menyita perhatian plus sense of blogging gue yang justru makin menurun bikin blog ini jarang update. Untuk itulah, kayaknya gue musti sedikit rehat dari dunia per-blog-an untuk sementara. Bukan hiatus, karena blog tetep gue open. Kasarnya, gue “minta ijin” untuk tidak mengupdate blog sampe batas waktu yang belun bisa ditentuin. Biarlah blog ini tetep “mengudara” dan gue untuk sementara “mendarat”. Tokh dipatok ayam pun sekarang rada-rada gak keurus (loh? apa hubungannya?).
Mohon doa buat anak gue ya…

 
 
Page 10 of 17First...89101112...Last