My Unconscious Mind

 
My Unconscious Mind
 
 

@NitaSellya sori, itu DM keknya otomatis abis gw iseng tes kepribadian haha in reply to NitaSellya 2 hrs ago

Pluralitas BBV

 

BBV adalah sebuah komunitas weblog di Bandung. Komunitas yang berdiri pada pertengahan taun 2003 ini dulu sering walking di Cihampelas dan sekarang rajin ber-ohlala ria di Plaza Dago. Gue sendiri ngeliat ada yang unik tentang BBV ini. Menurut gue, nama yang lebih cocok buat BBV adalah IBV alias Indonesian Blog Village. Kenapa? Hayu urang pedar, Barudak…
Pertama “bahasa nasional” BBV bukanlah bahasa Sunda, sebagaimana sebagian besar orang Bandung memakainya, melainkan bahasa Indonesia yang rada-rada berkiblat ke Betawi dengan “lu-gue“-nya. BBV-ers yang fasih berbahasa Sunda mungkin bisa dihitung dengan jari. Selain gue, bhima, diki, jowi, yudha, isman, windy, rynz dan ciphie.
Kedua, layaknya klub sepakbola di Liga Indonesia, BBV banyak merekrut “legiun asing”. Presidennya aja orang Melayu, Cik! Selain Melayu, BBV juga dihuni orang Bali, Batak, Sulawesi, Jawa, Minang, Aceh, etc.
Ketiga, gak sedikit BBV-ers yang memiliki 2 “kewarganegaraan” seperti ciphie dan rynz yang juga merupakan lenongers. Bahkan, poetra “menyeberang” ke BBV dengan maksud meminta “suaka politik”. Mungkinkah ini karena BBV menganut asas ius soli dan ius sanguinis?
Keempat, BBV belun pernah ngadain event “Nonton Bareng Persib”! Persib itu salah satu icon Bandung loh! So, kapan kita rame-rame ke Stadion Siliwangi buat nonton Persib sekaligus memasyarakatkan blog ke para anggota Viking?
Well, itulah sebagian kecil “kekayaan” yang bisa jadi cuman dimiliki oleh IBV eh… BBV, yaitu pluralitas! Bisa dibilang gitu karena BBV berdiri bukan didasari primordialisme, melainkan karena kedekatan interest dan regional. Lagian, jiwa “bandungisme” para BBV-ers gak usah dipertanyakan lagi. Tapi sekali-kali, kita (BBV-ers), harusnya bisa menepuk dada dan berkata lantang, “Aing urang Bandung, yeuh! Tong olo-olo bisi didodet siah!” (Njis, diki pisaaannnn…!)
Ah, ternyata jiwa separatis gue masih dominan hehehe…. Hidup Bebepe!

 
 

Pisah Ranjang

 

Ya, terhitung sejak tadi malem, pas malem Valentine, gue resmi pisah ranjang. Eitss… tapi masih satu atap kok! Sekali lagi, waktu membuktikan bahwa mempunyai seorang isteri yang lagi hamil harus penuh dengan kompromi. Bawaan orok membuat bini gue ngerasa gerah yang rada-rada hiper. Bayangin aja, di saat orang lain sibuk menyelimuti dirinya, dia malah sibuk nyari kipas! Alhasil, ranjang yang didesain buat berdua pun dirasa kurang space-nya. Kesimpulannya, gue pun musti ngegotong kasur kecil dan ngampar di bawah ranjang utama. Kalo udah gini, jatah “ngalongok si utun” pun terancam raib!
Tapi gak apa-apa, semua memang perlu pembelajaran. Untuk jadi seorang bokap pun ternyata perlu belajar! Hasilnya, 45 menit kursus kilat dari rynz sungguh bermanfaat (hatur nuhun, Ceu! It did help!). Dari mulai komparasi “kenyataan di lapangan” dengan pengalaman si ceuceu ternyata memang sekali lagi membuktikan, gue musti banyak kompromi dan ekstra mengesampingkan ego pribadi.
Satu hal yang musti digarisbawahi di sini, ada dilematis yang gak terlalu mengganggu emang, tapi lumayan musingin. Di satu sisi, nenek mertua notabene adalah seorang yang rajin wirid dan sholat, tapi kental dengan klenik dan mitos. Di sisi lain, ayah mertua dan nyokap gue adalah orang-orang yang mendapat didikan agama Islam dari Persis (yang sangat mengharamkan klenik dan mitos). Seringkali ada beberapa kasus yang bentrok antara klenik dan sisi pandangan agama. Contohnya, ketika bini gue sakit, neneknya mengharuskan dia tidur menghadap barat, yang artinya berlawanan dengan letak ranjang gue. Atau juga ketika gue ngajak bini ngejenguk nyokap di Banjaran. Nenek bilang, jangan sekarang, katanya Batara Kala masih ada di kulon (barat). Memang Banjaran terletak di sebelah barat Ciparay sih, tapi yang jadi pertanyaan, siapa Batara Kala itu? Apa gue kenal? Akhirnya emang gue turutin, meskipun dengan alesan sendiri, dalam arti tidak mempercayai makhluk bernama Batara Kala tadi.
Apa pun itu, gue cukup menikmati masa-masa gue menjadi seorang calon ayah, meskipun itu harus kental dengan aroma kompromi. Ah, kitu weh pokona mah!

 
 

Isteriku…

 

Isteriku…
Tahukah Kamu…?
Aku selalu menatapmu dalam-dalam ketika Kamu tidur…
Kamu dan perut besarmu itu, membuatku tak bergeming di sampingmu…
Sebentar lagi kita akan menjadi sebuah keluarga sederhana yang bahagia (
I hope…)

Isteriku…
Tahukah Kamu…?
Aku selalu mengusap lembut rambut dan perutmu ketika Kamu tidur…
dan bergumam,
“I love you…”
Harum rambutmu dan “tendangan” si kecil membuatku terpana di sampingmu…
We’re half way there, honey…

Isteriku…
Tahukah Kamu…?
Aku selalu mencium kening dan membetulkan letak selimut kecil kita…
“Kamu dan si kecil harus selalu tetap hangat, meskipun aku kedinginan…”
Halusnya kulitmu membuatku terdiam beberapa saat…
Untuk sekadar tahu bahwa Kamu selalu di sampingku…

Isteriku…
Tahukah Kamu…?
Kamulah kekuatanku…
Kamulah detak nadiku…
Kamulah isak tangis dan tawaku…
dan si kecil adalah nyawaku…

Thanks for being there for me…

 
 

Angie: Brain, Beauty, Behaviour, Blessed and Blogging

 

Angelina Sondakh's Blog

Apa jadinya kalo seorang selebritis ngeblog? Jawabnya bisa dilihat di sini. Angelina Sondakh, seorang anggota parlemen Republik Indonesia, Puteri Indonesia 2001, Duta Orangutan dan penulis “Female power is not Beauty”, ternyata ngeblog juga! Seorang Ibu Negara pun merasa perlu untuk mengucapkan selamat diluncurkannya blog Angie, yang bertitle Brain, Beauty, Behaviour and Blessed itu,

…Saya menyambut gembira dan positif diluncurkanya weblog (angelinasondakh.blogs.com). Saya yakin weblog yang tentunya berisi perjalanan pribadi Angelina Sondakh, seorang Puteri Indonesia 2001, Kader dan Wakil Rakyat dari Partai DEMOKRAT ini akan bermanfaat bagi pembacanya…

Terakhir kali dia posting dia curhat abis-abisan soal hubungannya dengan Adji Massaid. Hasilnya, sampe gue posting sekarang ini, udah ada 452 komentar di postingan tersebut!
Hal yang paling mengusik gue adalah kenyataan bahwa di saat selebritis lain begitu peka terhadap radius privasi mereka, Angie justru berbicara banyak di blognya itu. Angie yang gue tau adalah seorang yang gak cantik (tapi charming), smart dan terpelajar. Dari latar belakang pribadinya tersebut, cukup masuk akal jika Angie lebih memilih terbuka lewat blog, ketimbang media lainnya, sekaligus juga press release. Selain gak populis, dengan curhat via blog, citra intelektualnya cukup terjaga.
Postingan dengan judul “ADJI MASSAID (The man once I ignored)” sendiri disampaikan dengan gaya bertutur yang mengalir alias enak dibaca. Rutinitasnya sebagai wakil rakyat di Gedung DPR, sedikit banyak mempengaruhi kesantunannya dalam bercerita. Tapi tetep aja, sisi selebritisnya menyeruak di ending postingan…

Saat itu image negatif tentang Adji runtuh �. Kekaguman saya perlahan � lahan tumbuh �. Walaupun sampai detik itu saya berusaha keras untuk menekan perasaan ini � namun �� saat itu kurasakan ada sesuatu yang lain�����Apakah ini namanya cinta? I don�t know �.. tapi yang pasti sejak saat itulah ��

Satu hal yang patut kita cermati di sini, apakah Angie akan konsisten dengan prinsip yang sering ia lontarkan di hadapan media infotainment bahwa ia mengkriteriakan pasangan yang seiman untuk menjadi pendamping hidupnya, sementara, kita tau kalo Adji Massaid berlainan agama. We’ll see about that!

 
 

(Tak) Harus Kembali

 

Tulisan (pertama) gue kali ini bener-bener terinspirasi oleh seorang Angryanto Rachdyatmaka, Pemred-nya Tabloid SOCCER, yang nyaris saja “hiatus” menulis kolom Injury Time. Well, seperti halnya angry, gue pun ngerasa kerdil kalo berhenti ngeblog, meskipun untuk itu, gue kudu ngebenahin hal-hal yang bersifat “administratif”.
Yeah, akhirnya gue memutuskan kembali, meskipun beberapa “pilihan baru” nampak menggoda dan bahkan mem-force gue untuk tidak kembali. Seperti halnya feedback gue, “Kalo pilihan lama masih banyak yang harus digali, kenapa musti melirik pilihan baru?”. Meskipun di sekeliling gue udah ampir berubah total, ketika kuburan sekarang ini menjadi lokasi syuting favorit sinetron, ketika makhluk bernama TDL menjadi momok yang menakutkan kedua setelah BBM… dan ketika gue sibuk mencari nama untuk anak pertama gue yang Insya Allah bakal lahir sekitar bulan Mei ini, dan ketika-ketika yang lainnya.
Tapi memang yang namanya jeda (tak) harus kembali…

 
 
Page 11 of 15First...910111213...Last

Optimized by SEO Ultimate