Beneran terlantar ni blog. Gak heran kalo traffic blog gue makin hari makin sepi. Ah, tapi gue ngeblog gak ngejer traffic kok, lagian emang isinya gak ada yang useful. Tapi ada hikmahnya sih, blog ini lebih terasa private dari sebelum-sebelumnya (…and that’s what I need right now).
Beberapa bulan belakangan ini, gue serasa memasuki dimensi lain yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Dimensi ketika perbedaan maya dan nyata terasa bias. Dimensi ketika benar dan salah menjadi tidak berarti. Ah, sebenernya gue bisa aja mengungkapkannya dengan bahasa yang lugas dan gamblang, namun nyali gue gak cukup besar untuk menghancurkan harmoni yang selama ini nyaris sempurna. Ya, nyaris sempurna, sampai gue justru menodai “kesempurnaan” itu dengan secuil ekstasi yang berefek dahsyat. Gue bahkan membungkus ekstasi itu dengan kemasan yang sangat-sangat rapi dan eksklusif.
Emang sih, dari awal gue kelewat anggap enteng. Gue sok yakin bahwa “skill” itu gak akan pernah menjadi 10. Gue juga yang menyatakan bahwa gue bakal tetap berada dalam dimensi yang nyaris sempurna itu. Namun, apa daya, satu hari yang indah itu telah mengubah segalanya dan menjungkirbalikkan logika dan pikiran sehat yang selama ini berusaha gue pertahankan. Genggaman tangan itu mencairkan ego, prinsip…bahkan moral. Arrghhh…. pengen rasanya gue ngucapin 3 kata ajaib itu, tapi terlalu banyak mata yang selalu mengintai.
Yang gue butuh saat ini adalah menggenggam tangan yang selalu basah itu dan 20 menit saja…tanpa DC.

Jam 2:43 gue masih online di kantor. Pas gue cek Yahoo Messenger, gue liat pada contact gue kosong melompong alias kagak ada yang online. Pada kemanakah gerangan?
Lama gak update, weblog gue jadinya posting dari ultah ke ultah. Hari ini, 6 Desember 2007, nyokap tepat berusia 71 taun. Ironisnya, gue inget setelah ada reminder dari ponsel gue.
Well, happy birthday, Mom…
Kita sering berbuat kesalahan yang sama: Terlalu enteng memvonis situasi dan kemampuan kita sendiri. Imbasnya, banyak kesempatan raib karena kita merasa berat untuk melangkahkan kaki.
Semoga di usia gue yang udah nyampe kepala tiga (wew!) ini, kesalahan-kesalahan itu tak berulang…
Happy birthday, Aban…
Alkisah ada orang awam yang menganggap dirinya sebagai pakar telematika…. Sepak terjangnya di dunia investigasi pelem bokep membuatnya laris manis di layar infotainment. Pernah juga ia dimusuhin ama para blogger di Indonesia, gara-gara bikin pernyataan yang sangeunahna.
Baru-baru ini, dia mencoba “lahan baru” sebagai Ahli Sejarah, dengan mengaku-aku sebagai penemu pidio klip lagu Indonesia Raya asli ceunah dan ketika LSM Air Putih (tempat dia ngopy file pidio klipnya) membeberkan perihal file tersebut, ia dengan gagah menyebut mereka sebagai Tukang Kebun. Tapi kayaknya dia gak bisa berkutik lagi ketika “mandor tukang kebun” pun ternyata mengeluarkan pernyataan yang menyudutkan dirinya.
Hey…hey siapa dia? Ah, kayaknya tanpa gue terusin pun loe udah pada tau siapa dia… si eta tea ning…
Bener juga kata si Bos, sekarang ini sebaiknya cek dulu Google, Blogs and Youtube first sebelum berteriak gak jelas juntrungan.