Tanggal 12 Mei nanti Najla berulang tahun yang kesatu. Masih bingung mo ngapain. Numpeng? Insya Allah kalo ada rezekinya. Ada yang punya usul? Yah, semacam ngadain acara yang gak terlalu banyak mengeluarkan makhluk bernama “dana”. Hmmm… lagi-lagi kantong sutak menjadi faktor penghambat…
Abis maen futsal plus nonton pertandingan antara Indonesia U-23 lawan Lebanon U-23 (Indonesia kalah 1-2), gue jadi inget dulu kalo nonton bola bareng mendiang bokap. Kalo yang ditonton tim lokal (Persib atau Tim Nasional Indonesia), komentar negatif bokap pasti ngaburudul. “Eta sakitu ngeunaheun teu bisa ngasupkeun!” atau “Pira ge diledot sakitu meuni gagarapakan pemaen Endonesa mah…“, etc. Sekarang pun masih banyak orang di sekeliling gue yang karakternya kurang lebih sama ama bokap gue. Kemaren-kemaren misalnya, ada komentar sinis tentang Persib, “Ah Persib mah bisana ngan meunang di kandang…”
Jujur aja, gue suka gak betah kalo nonton atau diskusi soal bola ama orang kayak gitu. Jangan dulu bicara soal nasionalis atau primordial lah, tapi coba realistis aja. Semua orang juga tau kalo Persib gak bisa dibandingin ama Chelsea, atau Indonesia tuh cuman sataikukuen Brasil. So, ya udah gak usah diomongin lagi lah!
Gue juga seorang Milanista, tapi gue juga seorang bobotoh. Otomatis gue bakal bersikap sebagai pendukung sejati kedua tim tadi. Timnas Indonesia? Sebobrok apa pun negara gue yang satu ini, tapi gue tetep bangga ketika Indonesia bisa ngalahin tim Qatar di Piala Asia beberapa taun silam. Atau lebih jauh lagi ketika gol seorang Widodo Cahyono Putro ke gawang Kuwait dianugerahi sebagai gol terbaik Asia taun 1996.
Maksud gue gini, ketika gue ditakdirkan menjadi warga negara Indonesia, ya gue musti bangga sama pemaen sekelas Bambang Pamungkas, Zaenal Arif atau Boas, meskipun skill mereka gak bisa dibandingin ama Cristiano Ronaldo, Ronaldinho, Wayne Rooney, etc.
Btw, soal Persib bisanya cuman menang di kandang? Ya bagus lah, ketimbang musim lalu musim ini lebih baik kok! Dan catet! Persib pertandingan perdana musim ini menang di kandang Persiraja loh!!!
Jadi ngomongin Persib gini ya hehehe… Hidup Persib lah!
Beberapa terakhir ini, gue banyak melakukan miskalkulasi gara-gara ada sedikit kecenderungan under estimate dalam setiap perhitungan gue. Meskipun akibatnya gak kelewat fatal, tentunya gak sehat kalo kecenderungan ini berlangsung makin intens. Butuh satu effort lebih untuk membuat satu perencanaan yang matang (dalam hal apa pun!).
Kejadian paling mutakhir ketika gue musti nyiapin dokumen kualifikasi tender. Gara-gara miskalkulasi yang ditengarai diakibatkan sikap anggap enteng, tender pun nyaris melayang sebelum bertanding. Sebenernya kalo disiapin bener-bener, kejadian kayak printer error, NPWP belun siap, barang-barang penunjang belun siap tentu gak bakalan ada.
Well, satu pelajaran buat gue…
Tiba di kantor mencium aroma gak sedap. Kasak-kusuk sana-sini, katanya, “Itu kotoran tikus yang udah mengering!”. Duh, kalo bener, kebangetan bener tuh tikus yak. Tapi mengherankan juga, karena dapur kantor yang diduga sebagai sumber utama bau gak sedap tadi udah diubrak-abrik tanpa ada kotoran makhluk hidup secuil pun ditemukan di situ.
2 jam kemudian, sumber aroma tersebut ternyata adalah septic-tank yang bocor (Halah-halah…).
Well, ada dua point yang bisa jadi pelajaran:
- Jangan pernah berburuk sangka, meskipun terhadap seekor tikus!
- Pepatah “serapat-rapatnya kita menutupi bau busuk, akhirnya tercium juga”, ternyata berlaku di sini…

Toombila adalah buah dari sporadisnya kerjaan kantor yang datang bertubi-tubi dan sempet membuat si bos memasang tampang manyun di ruang kerjanya.
Toombila is an opensource web-based groupware for office collaboration, built by Ruby on Rails. Most of it’s first parts are extracted from Niwatori’s application for his company and inspired much by Basecamphq.com’s simplicity and the easy to use style. To get more acquinted with Toombila’s background, roadmap, plan and general idea you can view the Latest Toombila Mindmap
Singkatnya, toombila adalah aplikasi groupware berbasis web yang dibangun dengan bahasa pemrograman Ruby. Sesuai fungsinya sebagai groupware, aplikasi ini bisa difungsikan sebagai portal kolaborasi komunitas/kantor yang di dalamnya sudah memuat modul-modul CMS, Chat, Forum, buku alamat, personal bookmark dan masih akan terus berkembang.
Aplikasi ini dikembangkan under GNU General Public License, artinya, semua dipersilakan untuk mendistribusikan, meng-copy atau memodifikasinya. Gue sendiri “ditugasin” untuk memberikan sedikit touch kostumisasi, maintenance sekaligus tester aplikasi ini. Saat ini, pengembangannya masih versi beta 02 (Haris Darma).
Loe bisa cek lebih lengkap di official website toombila atau langsung unduh di rubyforge.