Beberapa terakhir ini, gue banyak melakukan miskalkulasi gara-gara ada sedikit kecenderungan under estimate dalam setiap perhitungan gue. Meskipun akibatnya gak kelewat fatal, tentunya gak sehat kalo kecenderungan ini berlangsung makin intens. Butuh satu effort lebih untuk membuat satu perencanaan yang matang (dalam hal apa pun!).
Kejadian paling mutakhir ketika gue musti nyiapin dokumen kualifikasi tender. Gara-gara miskalkulasi yang ditengarai diakibatkan sikap anggap enteng, tender pun nyaris melayang sebelum bertanding. Sebenernya kalo disiapin bener-bener, kejadian kayak printer error, NPWP belun siap, barang-barang penunjang belun siap tentu gak bakalan ada.
Well, satu pelajaran buat gue…
Tiba di kantor mencium aroma gak sedap. Kasak-kusuk sana-sini, katanya, “Itu kotoran tikus yang udah mengering!”. Duh, kalo bener, kebangetan bener tuh tikus yak. Tapi mengherankan juga, karena dapur kantor yang diduga sebagai sumber utama bau gak sedap tadi udah diubrak-abrik tanpa ada kotoran makhluk hidup secuil pun ditemukan di situ.
2 jam kemudian, sumber aroma tersebut ternyata adalah septic-tank yang bocor (Halah-halah…).
Well, ada dua point yang bisa jadi pelajaran:
- Jangan pernah berburuk sangka, meskipun terhadap seekor tikus!
- Pepatah “serapat-rapatnya kita menutupi bau busuk, akhirnya tercium juga”, ternyata berlaku di sini…

Toombila adalah buah dari sporadisnya kerjaan kantor yang datang bertubi-tubi dan sempet membuat si bos memasang tampang manyun di ruang kerjanya.
Toombila is an opensource web-based groupware for office collaboration, built by Ruby on Rails. Most of it’s first parts are extracted from Niwatori’s application for his company and inspired much by Basecamphq.com’s simplicity and the easy to use style. To get more acquinted with Toombila’s background, roadmap, plan and general idea you can view the Latest Toombila Mindmap
Singkatnya, toombila adalah aplikasi groupware berbasis web yang dibangun dengan bahasa pemrograman Ruby. Sesuai fungsinya sebagai groupware, aplikasi ini bisa difungsikan sebagai portal kolaborasi komunitas/kantor yang di dalamnya sudah memuat modul-modul CMS, Chat, Forum, buku alamat, personal bookmark dan masih akan terus berkembang.
Aplikasi ini dikembangkan under GNU General Public License, artinya, semua dipersilakan untuk mendistribusikan, meng-copy atau memodifikasinya. Gue sendiri “ditugasin” untuk memberikan sedikit touch kostumisasi, maintenance sekaligus tester aplikasi ini. Saat ini, pengembangannya masih versi beta 02 (Haris Darma).
Loe bisa cek lebih lengkap di official website toombila atau langsung unduh di rubyforge.
Alih-alih ngomong gini…
“Percumah sayah bawa dokumen teknis, ternyata dokumen itu sama sekali gak ditanyain!”
kan lebih baik nyeletuk gini…
“Mending bawa dokumen teknis tapi gak ditanyain, daripada gak bawa dokumen teknis terus ditanyain…”
Trus esensinya apa? Ya, persepsikan aja judul postingan ini…
Kalo ditanya, “Berapa bungkus sehari kamu merokok?” Gue gak bisa jawab secara pasti karena jawabannya sangat situasional. Kalo hari gue berjalan normal (bangun pagi, tidur jam 9 malem), paling banter gue merokok sebungkus. Itu pun dengan catatan bahwa gue ngabisin 12 batang garpit tanpa ada embel-embel “cik aya roko teu?” (baca: gak ada yang minta). Tapi kalo hari gue supernormal (bangun rada siang, tidur shubuh), gue pun sanggup ngabisin sampe 3 bungkus!
Gak usah nasihatin gue kalo ngerokok itu gak sehat, gak usah ngelarang gue buat ngerokok, etc karena gue amat sangat tau kalo ngerokok itu gak sehat. Tapi emang gue belum sadar atau dengan kata lain, gue masih fly ama nikmatnya ngerokok. Sekarang ini, gue masih gogodeg ama mereka yang sanggup duduk berjam-jam depan komputer tanpa ngudud! Gue angkat jempol deh, karena gue saat ini belun sanggup kayak gitu. Kalopun gue paksain, yang ada malah konsentrasi kaweur dan teu puguh cabak karena mulut asem.
Mungkin joke yang mengatakan bahwa gue akan lebih memilih rokok ketimbang wanita masih berlaku. Ya, karena wanita bisa setiap saat ninggalin gue, sedangkan rokok never dies!