Ya, terhitung sejak tadi malem, pas malem Valentine, gue resmi pisah ranjang. Eitss… tapi masih satu atap kok! Sekali lagi, waktu membuktikan bahwa mempunyai seorang isteri yang lagi hamil harus penuh dengan kompromi. Bawaan orok membuat bini gue ngerasa gerah yang rada-rada hiper. Bayangin aja, di saat orang lain sibuk menyelimuti dirinya, dia malah sibuk nyari kipas! Alhasil, ranjang yang didesain buat berdua pun dirasa kurang space-nya. Kesimpulannya, gue pun musti ngegotong kasur kecil dan ngampar di bawah ranjang utama. Kalo udah gini, jatah “ngalongok si utun” pun terancam raib!
Tapi gak apa-apa, semua memang perlu pembelajaran. Untuk jadi seorang bokap pun ternyata perlu belajar! Hasilnya, 45 menit kursus kilat dari rynz sungguh bermanfaat (hatur nuhun, Ceu! It did help!). Dari mulai komparasi “kenyataan di lapangan” dengan pengalaman si ceuceu ternyata memang sekali lagi membuktikan, gue musti banyak kompromi dan ekstra mengesampingkan ego pribadi.
Satu hal yang musti digarisbawahi di sini, ada dilematis yang gak terlalu mengganggu emang, tapi lumayan musingin. Di satu sisi, nenek mertua notabene adalah seorang yang rajin wirid dan sholat, tapi kental dengan klenik dan mitos. Di sisi lain, ayah mertua dan nyokap gue adalah orang-orang yang mendapat didikan agama Islam dari Persis (yang sangat mengharamkan klenik dan mitos). Seringkali ada beberapa kasus yang bentrok antara klenik dan sisi pandangan agama. Contohnya, ketika bini gue sakit, neneknya mengharuskan dia tidur menghadap barat, yang artinya berlawanan dengan letak ranjang gue. Atau juga ketika gue ngajak bini ngejenguk nyokap di Banjaran. Nenek bilang, jangan sekarang, katanya Batara Kala masih ada di kulon (barat). Memang Banjaran terletak di sebelah barat Ciparay sih, tapi yang jadi pertanyaan, siapa Batara Kala itu? Apa gue kenal? Akhirnya emang gue turutin, meskipun dengan alesan sendiri, dalam arti tidak mempercayai makhluk bernama Batara Kala tadi.
Apa pun itu, gue cukup menikmati masa-masa gue menjadi seorang calon ayah, meskipun itu harus kental dengan aroma kompromi. Ah, kitu weh pokona mah!





Hi! My name is hmmmm... just call me Aban Nesta. I am currently working as a web designer and an adventurer by state of mind. I am quite involved with 


Warning: call_user_func(twentyten_comment) [function.call-user-func]: First argument is expected to be a valid callback in /home/aban/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1335
Warning: call_user_func(twentyten_comment) [function.call-user-func]: First argument is expected to be a valid callback in /home/aban/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1335
Warning: call_user_func(twentyten_comment) [function.call-user-func]: First argument is expected to be a valid callback in /home/aban/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1335
Warning: call_user_func(twentyten_comment) [function.call-user-func]: First argument is expected to be a valid callback in /home/aban/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1335
Warning: call_user_func(twentyten_comment) [function.call-user-func]: First argument is expected to be a valid callback in /home/aban/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1335
Warning: call_user_func(twentyten_comment) [function.call-user-func]: First argument is expected to be a valid callback in /home/aban/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1335
Warning: call_user_func(twentyten_comment) [function.call-user-func]: First argument is expected to be a valid callback in /home/aban/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1335
Warning: call_user_func(twentyten_comment) [function.call-user-func]: First argument is expected to be a valid callback in /home/aban/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1335
Warning: call_user_func(twentyten_comment) [function.call-user-func]: First argument is expected to be a valid callback in /home/aban/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1335
Warning: call_user_func(twentyten_comment) [function.call-user-func]: First argument is expected to be a valid callback in /home/aban/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1335